Senin, 27 Juli 2020

LANGSUNG, TAK LANGSUNG, KONTRADIKSI, INDUKSI MATEMATIKA

METODE PEMBUKTIAN MATEMATIKA 
Juli 17, 2020
Metode Pembuktian Matematika

Metode Pembuktian Matematika
A. Pembuktian Langsung
B. Pembuktian Tidak Langsung
C. Induksi Matematika

A. Metode Pembuktian Langsung
Pembuktian langsung adalah metode pembuktian yang menggunakan alur maju. Mulai dari pendefinisian sampai menghasilkan kesimpulan. Gampangnya sih, “kalau A maka B dan kalau B maka C” hehe. Nah, untuk menggunakan alur maju, maka pernyataan-pernyataan sebelumnya harus benar. 
Pembuktian langsung dalam matematika dilakukan dengan menguraikan premis dengan dilandasi oleh definisi, fakta, aksioma yang ada untuk sampai pada suatu kesimpulan (konklusi).

Definisi :
Suatu bilangan bulat n disebut bilangan GENAP jika terdapat suatu bilangan bulat k, 
sehingga n = 2k. 
Contoh 6 adalah genap, sebab terdapat 3 sehingga 
6 = 2(3) 
-4 adalah genap, sebab terdapat (-2) sehingga 
-4 = 2(3)

CONTOH SOAL PEMBUKTIAN LANGSUNG :
Buktikan bahwa : “jika n bilangan ganjil, maka n² bilangan ganjil”.
Bukti : Diketahui bahwa n bilangan ganjil, maka dapat dituliskan n = 2k+1,
     dengan k bilangan bulat
     sehingga  n² = (2k+1) 2 = 4k² + 4k + 1 = 2(2k²+2k) + 1
     Bentuk 2(2k²+2k) + 1 adalah bilangan ganjil
     Jadi n² bilangan ganjil

B. Metode Pembuktian Tidak Langsung
 Pembuktian tidak langsung atau pembuktian dengan kemustahilan (reductio ad absurdum) yang dibahas ada 2 cara yaitu :

1) Kontraposisi
Pembuktian tidak langsung kontraposisi digunakan untuk membuktikan pernyataan implikasi
Untuk membuktikan pernyataan implikasi kita cukup membuktikan kontraposisi dari implikasi pernyataan tersebut
Secara simbolik : p → q ≡ ~q → ~p  
Untuk membuktikan kebenaran p → q, maka kita cukup membuktikan
kebenaran ~q → ~p

Contoh : Buktikan bahwa: “jika n2 bilangan ganjil, maka n bilangan ganjil”.
Bukti : Untuk membuktikan pernyataan tersebut kita akan membuktikan
            kebenaran kontraposisinya.
Misalnya : p = n2 bilangan ganjil dan q = n bilangan ganjil
Apakah p → q benar ? Kita akan periksa apakah ~q → ~p benar ?
Andaikan n bukan bilangan ganjil, maka n bilangan genap, sehingga n dinyatakan dengan sebagai n = 2k, k bilangan asli.
Akibatnya n2 = (2k)2 = 4k2 = 2(2k).
Artinya n2  bilangan genap.
Jadi pengandaian bahwa n bukan bilangan ganjil adalah BENAR,
sehingga kontraposisi ~q →~p juga BENAR.
Jadi implikasi p → q benar , ini berarti n2 bilanganganjil maka n adalah
bilangan ganjil.

2)  Kontradiksi
Pembuktian tidak langsung dengan kontradiksi dilakukan dengan mengandaikan konklusi yang salah dan menemukan suatu hal yang bertentangan dengan fakta, aksioma, atau teorema yang ada. Pengandaian konklusi salah tidak bisa diterima dan akibatnya konklusi yang ada benar berdasarkan premis yang ada
Contoh : Buktikan bahwa : “Untuk semua bilangan bulat n, jika n2 ganjil, maka n ganjil”.
Bukti : Andaikan bahwa q salah, atau ~q benar yaitu n bukan bilangan bulat
ganjil, maka n bilangan bulat genap.
Dapat dimisalkan n = 2k dengan k bilangan bulat.
Dengan demikian maka n2 = (2k)2 atau n2 = 4k2
Ini menunjukkan bahwa  n2 = bilangan bulat genap (~p)
Terjadilah suatu kontradiksi : yang diketahui p benar, sedangdari langkah-langkah logis diturunkan ~p benar.
Oleh karena itu kontradiksi tidak boleh terjadi, maka pengandaian harus diingkar yang berarti ~q salah atau q benar.

C. Metode Induksi Matematika 
Induksi matematika adalah salah satu metode untuk membuktikan suatu pernyataan tertentu yang berlaku untuk bilangan asli
Prinsip Induksi Matematika :
Misalkan P(n) adalah suatu pernyataan yang menyangkut bilangan asli n.
Apabila P(1) benar, dan apabila P(k) benar maka P(k+1) juga benar, berakibat P(n) benar untuk semua n.
Contoh : Buktikan bahwa : “1 + 3 + 5 +  … + (2n-1) = n2, untuk semua bilangan
                 asli n”.
Bukti : Misalkan P(n) adalah 1 + 3 + 5 + 7 + … + (2n-1) = n2
P(1) benar, sebab 1 = 1
Bila P(k) benar, yaitu apabila ; 1 + 3 + 5 + 7 + … + (2k-1) = k2, maka
1 + 3 + 5 + 7 + … + 2k-1 + 2k+1= (1 + 3 + 5 + 7 + … + 2k- 1 + 2k+1.
= k2 + 2k + 1
= (k + 1)2
Sehingga P(k+1) benar

Senin, 27 juli 2020
Rian Prasetya

Senin, 13 Juli 2020

Induksi Matematika

Senin, 13 Juli 2020

LOGIKA MATEMATIKA

LOGIKA MATEMATIKA + PEMBAHASAN 

Rian Prasetya

Apa itu “Logika Matematika”?

Logika matematika adalah cabang logika dan matematika yang mengandung kajian logika matematis dan aplikasi kajian ini pada bidang-bidang lain di luar matematika. Logika matematika berhubungan erat dengan ilmu komputer dan logika filosofis. Tema utama dalam logika matematika antara lain adalah kekuatan ekspresif dari logika formal dan kekuatan deduktif dari sistem pembuktian formal. Logika matematika sering dibagi ke dalam cabang-cabang dari teori himpunanteori modelteori rekursiteori pembuktian, serta matematika konstruktif. Bidang-bidang ini memiliki hasil dasar logika yang serupa.

Terdapat juga Hukum Logika seperti yang dibawah ini :

1.     Hukum komutatif

o     q ≡ q  p

o     q ≡ q  p

2.     Hukum asosiatif

o    (p  q)  r ≡ p  (q  r)

o    (p  q)  r ≡ p  (q  r)

3.     Hukum distributif

o     (q  r) ≡ (p  q)  (p  r)

o     (q  r) ≡ (p  q)  (p  r)

4.     Hukum identitas

o     B ≡ p

o     S ≡ p

5.     Hukum ikatan

o     S ≡ S

o     B ≡ B

6.     Hukum negasi

o     ~p ≡ S

o     ~p ≡ B

7.     Hukum negasi ganda

o    ~(~p) ≡ p

8.     Hukum idempotent

o     p ≡ p

o     p ≡ p

9.     Hukum De Morgan

o    ~(p  q) ≡ ~p  ~q

o    ~(p  q) ≡ ~p  ~q

10.  Hukum penyerapan

o     (p  q) ≡ p

o     (p  q) ≡ p

11.  Negasi B dan S

o    ~B ≡ S

o    ~S ≡ B

12.  p → q ≡ ~p  q

13.  p ↔ q ≡ (~p  q)  (p  ~q)

 

SIMBOL SIMBOL YANG TERDAPAT DI DALAM LOGIKA MATEMATIKA 

A.      Arti simbol

1.    1.    Nama                    : Konjungsi

Simbol                 : 

Cara Baca             : p q dicaca “p dan q”

Apa itu KonjungsiKonjungsi ialah Suatu pernyataan p dan q dapat digabungkan dengan menggunakan kata hubung ‘dan’ sehingga membentuk pernyataan majemuk ‘p dan q’ yang disebut konjungsi yang dilambangkan dengan “pq.

Nah dari penjelasannya dapat disimpulkan bahwa Konsep konjungsi akan bernilai benar jika dan hanya jika kedua pernyataan (p dan q) benar.

Untuk lebih memahaminya lagi, yuk kita pahami contoh soal dibawah ini :

Budi sudah makan belajar dan makan

 

Misalkan, untuk dapat diizinkan bermain oleh Ibu, Budi harus memenuhi kondisi di atas. Jika satu saja atau bahkan kedua pernyataan tersebut dilanggar, maka Budi tidak diizinkan untuk bermain.

 

2.       2. Nama                    : Disjungsi

Simbol                 : 

Cara Baca             : p  q dicaca “p atau q”

Apa itu Disjungsi?  Disjungsi ialah Suatu pernyataan p dan q dapat digabungkan dengan menggunakan kata hubung ‘atau’ sehingga membentuk pernyataan majemuk ‘p atau q’ yang disebut disjungsi yang dilambangkan dengan “p  q”.

Nah dari penjelasannya dapat disimpulkan bahwa Konsep disjungsi hanya akan bernilai salah jika kedua pernyataan (p dan q) salah.

Untuk lebih memahami apa itu Disjungsi yuk kita pahami contoh soal dibawah ini:

Bandung atau Palembang adalah kota yang terletak di Pulau Jawa

Pernyataan Bandung adalah kota yang terletak di Pulau Jawa adalah benar. Pernyataan Palembang adalah kota yang terletak di Pulau Jawa adalah salah. Sehingga pernyataan Bandung atau Palembang adalah kota yang terletak di Pulau Jawa bernilai benar.

 

Untuk lebih memahaminya lagi, yuk kita pahami contoh soal dibawah ini :

Jika Budi sembuh maka Budi akan sekolah

Jika betul Budi sembuh lalu Budi masuk sekolah, Budi telah melakukan hal yang benar. Namun jika Budi sembuh namun dia tidak masuk sekolah, Budi telah berbuat salah karena mengingkari janjinya. Lalu, bagaimana jika Budi belum sembuh? Perhatikan bahwa Budi hanya berjanji masuk sekolah jika dia sembuh. Akibatnya jika dia masih belum sembuh, tidak masalah bagi Budi untuk masuk sekolah ataupun tidak karena dia tidak melanggar janjinya.

 

3.      3.  Nama                    : Implikasi

Simbol                 : 

Cara Baca             : p → q dibaca “jika p maka q”

Apa itu Implikasi? Implikasi bisa dipandang sebagai hubungan antara dua pernyataan di mana pernyataan kedua merupakan konsekuensi logis dari pernyataan pertama. Implikasi ditandai dengan notasi ‘’. Misalkan p, q adalah pernyataan, implikasi berikut  q dibaca “jika p maka q

 

Nah dari penjelasannya dapat disimpulkan bahwa Konsep implikasi akan bernilai salah jika dan hanya jika sebab bernilai benar namun akibat bernilai salah. Selain itu implikasi bernilai benar.

 

Untuk lebih memahaminya lagi, yuk kita pahami contoh soal dibawah ini :

Jika Budi sembuh maka Budi akan sekolah

Jika betul Budi sembuh lalu Budi masuk sekolah, Budi telah melakukan hal yang benar. Namun jika Budi sembuh namun dia tidak masuk sekolah, Budi telah berbuat salah karena mengingkari janjinya. Lalu, bagaimana jika Budi belum sembuh? Perhatikan bahwa Budi hanya berjanji masuk sekolah jika dia sembuh. Akibatnya jika dia masih belum sembuh, tidak masalah bagi Budi untuk masuk sekolah ataupun tidak karena dia tidak melanggar janjinya.

 

4.       4. Nama                    : Biimplikasi

Simbol                 : 

Cara Baca             : p ↔ q dibaca “p jika dan hanya jika q”

Apa itu BimplikasiBiimplikasi ialah Suatu pernyataan p dan q dapat digabungkan dengan menggunakan kata hubung ‘jika dan hanya jika’ sehingga membentuk pernyataan majemuk ‘p jika dan hanya jika q’ yang disebut biimplikasi yang dilambangkan dengan “p  q”.

Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan berupa konsep biimplikasi akan bernilai benar jika sebab dan akibatnya (pernyataan p dan q) bernilai sama. Baik itu sama-sama benar, atau sama-sama salah.

Untuk lebih memahami apa itu Biimplikasi yuk kita pahami contoh soal dibawah ini:

Ayah mendapatkan gaji jika dan hanya jika ayah bekerja

Jika ayah mendapatkan gaji maka ayah bekerja dan jika ayah telah bekerja maka ayah akan mendapat gaji. Sebalinya, jika ayah tidak mendapatkan gaji maka ayah sedang tidak bekerja dan jika ayah tidak bekerja maka ayah tidak akan mendapat gaji. 

 

5.       5. Nama                    : Negasi

Simbol                 : ~

Cara Baca             : ~p dibaca “tidak benar bahwa p”

Yap! Mudah bukan untuk memahami arti dari simbol-simbolnya. Nah setelah kita mempelajari “Hukum Logika” kita lanjut yuk ke “Tabel Kebenaran”.

B.      Tabel Kebenaran


Gimana dengan Tabel Kebenaran? Sebenernya Tabel Kbenaran itu merupakan ringkasan dari Hukum Logika saja, simbol ‘B’ bertanda “Benar” dan simbol ‘S’ bertanda “Salah”

Kalian susah untuk menghafalnya? Nih aku ada cara mudah untuk menghafalkan Tabel Kebeneran. Yuk pahami dibawah ini!

·         (pq) = Benar jika keduanya benar

·         (pq) = Salah jika keduanya salah

·         (p  q) = salah jika p benar dan q salah

(p  q) =benar jika p dan q benar atau p dan q salah

 

C.      Tautologi dan Kontradiksi

Apa itu Tautologi dan Kontradiksi? Kamu baru dengar ya kata Tautologi dan Kontradiksi atau memang kamu sudah mengetahuinya? Bagi yang belum tau apa itu Tautologi dan Kontradiksi. tenang saja aku akan menjelaskannya, yuk pahami apa itu Tautologi dan Kontradiksi.

 

1.       Tautologi

Tautologi adalah pernyataan majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan komponennya.

 

Sedangkan untuk Kontradiksi ialah

2.       Kontradiksi

Kontradiksi ialah pernyataan majemuk yang selalu salah untuk semua kemungkinan nilai kebenaran dari pernyataan-pernyataan kompenannya.

 

Contoh soal

1.       Diketahui pernyataan-pernyataan p,q dan r. Pernyataan (p ↔ q) r bernilai salah jika....

A.   P benar, q benar, dan r benar

B.    P benar, q benar, dan r salah

C.    P benar,q salah, dan r salah

D.   P salah,q salah, dan r benar

E.    P salah, q salah. Dan r salah

2.       Ingkaran pernyataan “Petani panen beras atau harga beras murah” adalah...
a.    Petani panen beras dan harga beras mahal.
b.    Petani panen beras dan harga beras murah.
c.    Petani tidak panen beras dan harga beras murah.
d.    Petani tidak panen beras dan harga beras tidak murah.
e.    Petani tidak panen beras atau harga beras tidak murah.

3.       Ingkaran dari pernyataan, “ Beberapa bilangan prima adalah bilangan genap” adalah...
a.    Semua bilangan prima adalah bilangan genap.
b.    Semua bilangan prima bukan bilangan genap.
c.    Beberapa bilangan prima bukan bilangan prima.
d.    Beberapa bilangan genap bukan bilangan prima.
e.    Beberapa bilangan genap adalah bilangan prima

4.       Diketahui premis-premis berikut:
1)    Jika sebuah segitiga siku-siku maka salah satu sudutnya 90 derajat.
2)    Jika salah satu sudut 90 derajat maka berlaku teorema Phytagoras.
Ingkaran dari kesimpulan yang sah pada premis-premis di atas adalah...
a.    Jika sebuah segitiga siku-siku maka berlaku teorema Phytagoras
b.    Jika sebuah segitiga buka siku-siku maka berlaku teorema Phytagoras
c.    Sebuah segitiga siku-siku atau tidak berlaku teorema phytagoras.
d.    Sebuah segitiga siku-siku dan tidak berlaku teorema Phytagoras.
e.    Sebuah segitiga siku-siku dan berlaku teorema Phytagoras.

5.       Kontraposisi dari ( ~p  q )  ( ~p ˅ q ) adalah ...
a.    ( p ˄ q ) 
 ( p  ~q )
b.    ( p 
 ~q )  ( p  ~q )
c.    ( p 
 ~q )  ( p  q )
d.    ( ~p 
 ~q )  ( p ˄ ~q )
e.    ( p ˄ ~q )  
 ( ~p ˄ ~q )

 

Pembahasan

1.    1.   (p ↔ q) r

(B ↔ B) B = benar

(B ↔ B) S = benar

(B ↔ S) S = salah

(S ↔ S) B = benar

(S ↔ S) S = benar

Jawaban ; C

 

2.      2.  Misalkan:
p = petani panen beras
q = harga beras murah
Soal di atas menjadi: p ˅ q
Ingat rumus berikut: ~( p ˅ q) = ~p ˄ ~q
“Petani tidak panen beras dan harga beras tidak murah”
Jawaban ; D

3.      3.  Ingkaran dari “beberapa” adalah “semua”
Ingkaran dari “ bilangan genap “ adalah “ bukan bilangan genap “
Jadi, ingkaran dari pernyataan di atas adalah: “ Semua bilangan prima bukan bilangan genap”

Jawaban ; B

4.     4.   Misalkan:
p: Sebuah segitiga siku-siku
q: Salah satu sudutnya 90 derajat
r:  Berlaku teorema Phytagoras
Maka soal di atas menjadi:
    p 
 q
    q 
 r

Ingkaran dari kesimpulan di atas adalah: ~( p 
 r ) = p ˄ ~r
“Sebuah segitiga siku-siku dan tidak berlaku teorema Phytagoras”

Jawaban ; D

5.      5.  Ingat rumus ini: Kontraposisi dari a  b adalah ~b  ~a
Pada soal, a = ( ~p 
 q ) dan b = ( ~p ˅ q )
~a = ~( ~p 
 q ) = ( ~p ˄ ~q )
~b = ~( ~p ˅ q ) = ( p ˄ ~q)
Jadi, kontraposisi dari ( ~p 
 q )  ( ~p ˅ q ) adalah ( p ˄ ~q)  ( ~p ˄ ~q )

Jawaban ; E

 

D.      konvers invers dan kontraposisi

Konvers, Invers dan Kontraposisi adalah suatu pernyataan Implikasi baru dari suatu pernyataan implikasi.

1.   Konvers adalah perubahan dari satu sistem ke sitem yang lain. Pernyataan q=>p disebut Konvers dari p=>q.

2.   Invers adalah Pembalikan suatu susunan dari suatu susunan yang lazim. Pernyataan ~p=>~q disebut Invers dari p=>q.

3.   Pernyataan ~q=>~p disebut Kontraposisi dari p=>q.

 nilai kebenaran Konvers, Invers  dan Kontraposisi dari Implikasi

 

p

q

Implikasi

Konvers

Invers

Kontraposisi

p=>q

q=>p

~p=>~q

~q=>~p

B

B

B

B

B

B

B

S

S

B

B

S

S

B

B

S

S

B

S

S

B

B

B

B

 

 

 Dari tabel diatas diketahui Implikasi ekuvalen dengan kontra posisi atau biasa ditulis dengan

 p=>q≡~q=>~p

 

Contoh soal

1.      Tentukan ingkaran atau negasi dari implikasi: “Jika suatu bendera adalah bendera RI maka bendera tersebut berwarna merah dan putih.”

2.      Tentukan juga ingkaran dari konvers, invers, dan kontraposisi implikasi di atas.

Untuk menjawab pertanyaan tadi dan untuk menentukan negasi atau ingkaran konvers, invers, dan kontraposisi maka pengetahuan tentang negasi yang sudah dibahas di bagian depan sangat penting dan menentukan, terutama pengetahuan untuk menentukan negasi atau ingkaran soal nomor 1 s.d. 3 di bawah ini.

1.      p  q

2.      p  q

3.      p  q

4.      q  p

5.      ~p  ~q

6.      ~q  ~p

 

Sebagai pengecek, bandingkan hasil yang Anda dapatkan dengan jawaban dibawah ini.

1.      ~p  ~q

2.      ~p  ~q

3.      p  ~q

4.      q  ~p

5.      ~p  q

6.      ~q  p                                                                                                                                                                                        

Dengan demikian, ingkaran atau negasi dari implikasi “Jika suatu bendera adalah bendera RI maka bendera tersebut berwarna merah dan putih.” adalah:

Ada atau terdapat bendera RI namun bendera tersebut tidak berwarna merah dan putih

2. Negasi atau ingkaran dari konvers, invers, dan kontraposisi suatu implikasi tadi berturut-turut adalah:

a. Negasi konvers: Ada bendera berwarna merah dan putih namun bendera tersebut bukan bendera RI.

b. Negasi invers: Ada bendera yang bukan bendera RI namun bendera tersebut

berwarna merah dan putih

c. Negasi kontraposisi: Ada bendera yang tidak berwarna merah dan putih namun bendera tersebut bendera RI

 


Dari pernyataan yang berupa implikasi p  q dapat dibuat pernyataan implikasi baru sbagai brikut:
(a) Pernyataan q  p disebut Konvers dari p  q
(b) Pernyataan ~p  ~q disebut Invers dari p  q
(c) Pernyataan ~q  ~p disebut Kontraposisi dari p  q.


Singkatnya:
Jika terdapat implikasi : p → q,
Konvers : q → p

Invers : ~p → ~q
Kontraposisi : ~q → ~p

Untuk melihat hubungan nilai kebenaran antara implikasi, konvers, invers dan kontraposisi perhatikanlah tabel kebenaran berikut :

 

p

q

Implikasi

 q

Konvers

 p

Invers

~p  ~q

Kontraposisi

~q  ~p

B

B

B

B

B

B

B

S

S

B

B

S

S

B

B

S

S

B

S

S

B

B

B

B

 



Dari tabel di atas ternyata:
Implikasi ekuivalen dengan kontraposisinya atau ditulis

 q ≡ ~q  ~p

dengan kata lain jika implikasi bernilai benar maka kontraposi-sinya juga bernilai benar atau jika implikasi bernilai salah maka kontraposisinya juga bernilai salah.

Konvers suatu implikasi ekuivalen dengan inversnya atau ditulis

 p ≡ ~p  ~q .

Contoh:
Tentukanlah konvers, invers dan kontraposisi dari pernyataan:
(1) Jika harga bahan bakar minyak naik maka harga beras naik.
(2) Jika x > 6 maka x² ≥ 36

Penyelesaian:

Soal (1)
Konvers : Jika harga beras naik maka harga bahan bakar minyak naik.
Invers : Jika harga bahan bakar minyak tidak naik maka harga beras tidak naik.
Kontraposisi: Jika harga beras tidak naik maka harga bahan bakar minyak tidak naik.

Soal (2)
Tulis
p: jika x² &re; 36
q: x > 6.
Jadi ~p: x² < 36
~q: x ≤ 6.
Jadi konvers p 
 q ≡ q  p ≡ “jika x > 6 maka x² &re; 36”,

invers p 
 q ≡ ~p  ~q ≡ ”jika x² < 36 maka x ≤ 6”,

kontraposisi p 
 q ≡ ~q  ~p ≡ “jika x ≤ 6 maka x² < 36”.

Soal (3)
Jika (p 
 q)~  r
Jelas konvers (p 
 q)~  r ≡ r  (p  q),~
invers (p 
 q)~  r ≡ ~(p  q)~   r~ ≡ p~(  q)   r,~
kontraposisi (p 
 q)~  r ≡  r~  ~(p  q)~ ≡  r~  (~p  q).

 

E.       Pernyataan Kuantor Dan Bentuk Ekuivalen

a.    Pernyataan Kauntor

1.       Kuantor umum (universal)

·         Simbol kuantor universal 

·         Dibaca “untuk setiap/tidak ada/semua”

2.       Kuantor khusus (Eksistensial)

·         Simbol kuantor eksistensial 

·         Dibaca “sebagian/ada/beberapa”

b.    Negasi Pernyataan Kuantor

·         ~[(x)P(X)]  (X), [~P(X)]

·         ~[(X)P(X)]  (X), [~P(X)]

 

c.     Bentuk Ekuivalen

·          Q  ~  ~ q

·         ~(pq)  ~~q

·         ~(pq)  ~~q

·         ~(pq)  ~q

·         ~(pq)  ~ ~↔ q